Semenjak saya pindah ke Sembawa, 29 KM dari Kota Palembang, saya jadi lebih sering belanja on-line. Kawan, berikut ini adalah beberapa toko online yang sering saya kunjungi.
Hijab Chic Official
Naeema Hijab
Flashy Shop
Adorable Project
Sunday, 1 September 2013
Thursday, 29 August 2013
Muntahan Imin...
Seperti yang pernah saya janjikan pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan bagikan muntahan Imin pada kalian. Bersiaplah! Hehehehee...
![]() |
| Instax Mini 50s 001 |
![]() |
| Instax Mini 50s 002 |
![]() |
| Instax Mini 50s 003 |
![]() |
| Instax Mini 50s 004 |
![]() |
| Instax Mini 50s 005 |
![]() |
| Instax Mini 50s 006 |
![]() |
| Instax Mini 50s 007 |
![]() |
| Instax Mini 50s 008 |
![]() |
| Instax Mini 50s 009 |
![]() |
| Instax Mini 50s 010 |
![]() |
| Instax Mini 50s 011 |
![]() |
| Instax Mini 50s 012 |
![]() |
| Instax Mini 50s 013 |
![]() |
| Instax Mini 50s 014 |
![]() |
| Instax Mini 50s 015 |
Wednesday, 28 August 2013
Kenalkan, Sahabat Baru Saya: Imin ^^
Si Imin ini adalah Sahabat baru saya. Nama lengkapnya Instax Mini 50s. Saya bersahabat dengannya sejak 7 Mei 2013. Kulitnya hitam, tapi sangat glosy, mengkilap! Saya tertarik untuk menjadikannya sahabat karena dia bisa memuntahkan gambar-gambar cantik. Gambar-gambar yang dimuntahkannya sangat mengesankan, bahkan gambar gagal sekali pun! Di lain kesempatan nanti, akan saya unggah muntahan-muntahan Si Hitam Imin ^^
Sunday, 25 August 2013
Sekadar Info: Kementrian dan Lembaga yang Akan Membuka Lowongan CPNS Bulan September
Berikut adalah daftar kementerian yang akan
membuka lowongan CPNS dari jalur umum tahun 2013, bulan September dan tes tgl
29 September: Berita ini didapat dari broadcast message dan dari alamat http://www.pusatpengumumancpns.com/2013/08/kementerian-yang-membuka-lowongan-cpns.html silakan dicek kembali. Semoga bermanfaat.
- Kementerian Koordinator Bidang Polhukam : http://www.polkam.go.id
- Kementerian Koordinator Bidang Kesra : http://www.menkokesra.go.id
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian : http://www.ekon.go.id
- Kementerian Dalam Negeri :http://www.kemendagri.go.id
- Kementerian Luar Negeri : http://www.kemlu.go.id
- Kementerian Pertahanan : http://www.kemhan.go.id/kemhan
- Kementerian Hukum dan HAM :http://www.kemenkumham.go.id
- Kementerian Keuangan :
- Kementerian ESDM :http://www.esdm.go.id
- Kementerian Perindustrian : http://kemenperin.go.id
- Kementerian Perdagangan : http://www.kemendag.go.id
- Kementerian Pertanian : http://www.deptan.go.id
- Kementerian Kehutanan : http://www.dephut.go.id
- Kementerian Perhubungan :http://www.dephub.go.id
- Kementerian Kelautan dan Perikanan : http://www.kkp.go.id
- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi : http://www.depnakertrans.go.id
- Kementerian Kesehatan : http://www.depkes.go.id
- Kementerian Pekerjaan Umum : http://www.pu.go.id
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud
- Kementerian Sosial : http://www.kemsos.go.id
- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif:http://www.budpar.go.id/asp/index.asp
- Kementerian Lingkungan Hidup :http://www.menlh.go.id
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:http://www.menegpp.go.id
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional :http://www.bappenas.go.id
- Kementerian PANRB : http://www.menpan.go.id
- Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal : http://www.kemenegpdt.go.id
- Kementerian Perumahan Rakyat : http://kemenpera.go.id
- Kementerian Pemuda dan Olahraga : http://www.kemenpora.go.id
- Kementerian Sekretariat Negara : http://www.setneg.go.id
- BPKP...sekitar oktober. www.bpkp.go.
Saturday, 24 August 2013
Some People Need To Realize That Facebook Is A Social Network, Not Diary!
Facebook dan media sosial lainnya meghapus batasan-batasan untuk
bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu. Facebook
dan media soaial lainnya memungkinkan penggunanya
berkomunikasi satu sama lain di mana pun dan kapan pun, tidak peduli seberapa
jauh jarak, dan tidak peduli siang atau pun malam.
Seperti
yang diketahui, facebook merupakan bentuk media sosial yang paling umum
digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia saat ini. Dengan facebook penggunanya seperti memiliki
media sendiri. Dengan facebook penggunanya
bebas mengekspresikan apapun tanpa harus mengeluarkan banyak daya dan biaya. Pengunanya
bisa bebas mengungkapkan gagasan, menulis puisi, mengunggah cerpen, dan banyak
lagi.
Di
satu sisi, facebook merupakan media “pribadi”
di mana penggunanya bebas mengekspresikan apa pun tanpa harus terikat dengan “aturan”
atau tanpa harus memikirkan hal-hal yang barangkali akan “menghambat” gagasan
yang akan dituangkan. Tidak sedikit pengguna facebook memanfaatkan facebook
sebagai wahana eksistensi diri. Semua hal yang berhubungan dengan perkembangan
dan cerita diri akan dituliskan di dinding facebook.
Tentunya hal tersebut tidaklah salah. Akan tetapi, di sisi lain facebook tetaplah mengemban tugas
sebagai media sosial yang sudah barang tentu berfungsi sebagai wahana
bersosialisasi atau berinteraksi. Hal ini berarti, setiap orang berkesempatan melihat semua hal tentang penggunanya. Sudah barang tentu pula
pengguna sebaiknya tidak terlalu mengekspos hal-hal yang terlalu berbau pribadi karena
pengguna tetaplah terikat dengan norma sosial.
Sesuai
dengan fungsinya sebagai media sosial, apapun yang ditampilkan di dinding facebook akan menjadi terhubung dengan “lingkungan
lain”. Facebook pada akhirnya akan memberikan
nilai sosial tersendiri bagi penggunanya.
Oleh
karena itu, sebagai pengguna, salaiknya lebih bijak memanfaatkan facebook. Pengguna dapat memanfaatkan facebook
untuk mempermudah hidup, belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari
informasi, berbelanja, dan lain-lain. Selain itu, tentunya pengguna pun harus sangat menyadari peran dan fungsi facebook sesungguhnya sebagai media
jejaring sosial, bukan diary karena bagaimana pun pengguna akan dihadapkan pada penilaian pihak lain yang barangkali akan berdampak pada keluarga, sahabat, atau orang-orang terdekat.
Wednesday, 21 August 2013
Uh, Kena Tipu (UKT)!
Tahun ini, saya berencana melanjutkan
studi saya di PPs (Program Pascasarjana) Universitas Sriwijaya. Selayaknya
calon mahasiswa, sejak beberapa bulan lalu saya sudah mulai mencari tahu
berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan studi di sana.
Dari halaman situs resmi PPs Unsri, http://pps.unsri.ac.id/ , saya mendapatkan beberapa informasi mulai dari
prosedur pendaftaran, petunjuk pendaftaran on
line, hingga leaflet atau brosur
berisi rincian biaya perkuliahan tiap semester masing-masing program studi.
Biaya perkuliahan tentunya menjadi salah
satu fokus perhatian saya. Saat itu, dalam brosur tersebut tertulis bahwa biaya
perkuliahan program studi yang saya pilih ialah Rp6.000.000,00 per semester. Karena
itu, saya semakin tertarik melanjutkan studi saya di PPs Unsri yang bagi saya
tidak begitu mahal.
Setelah menempuh TPA (Tes Potensi Akademik),
TOEFL (Test of English as a Foreign Language), TBI (Tes BIdang Ilmu), dan tes
wawancara, akhirnya saya dinyatakan lulus diterima sebagai calon mahasiswa Program
Pascasarjana Unsri, Prodi Pendidikan Bahasa, Bidang Keahlian Utama Pendidikan
Bahasa Indonesia.
Untuk menjadi mahasiswa, tentunya saya
harus melakukan registrasi ulang dengan membayar biaya awal perkuliahan. Dengan
penuh semangat, saya melakukan registrasi ulang dan pembayaran di Bank Sumsel
Babel. Saat itu, saya harus membayar sebesar Rp8.500.000,00. Sebelumnya saya pikir
wajar jika di awal perkuliahan saya harus membayar lebih besar daripada rincian
biaya yang tertera di brosur. Namun, belakangan saya baru tahu bahwa ternyata untuk
setiap semester yang akan saya tempuh nanti, saya diharuskan tetap membayar Rp8.500.000,00.
Besaran biaya itulah yang akhirnya saya tahu disebut UKT (Uang Kuliah Tunggal).
Terlepas dari segala jenis kontroversi
UKT yang belakangan saya baca lewat media internet, saya merasa sangat kecewa
dengan pihak PPs Unsri. Saya kecewa karena sejak awal saya tidak pernah diberi
penjelasan mengenai hal tersebut. Saya tidak pernah diberi tahu bahwa biaya
perkuliahan akan berubah sedemikian besarnya, tidak sama dengan apa yang pihak
PPs Unsri cantumkan di brosur sebelumnya. Saya benar-benar merasa kecolongan
bahkan merasa tertipu dengan UKT ini. Akan tetapi, apa daya? UKT semester ini sudah
saya bayarkan. Saya hanya bisa berdoa semoga rezeki saya lancar untuk membayar
UKT semester-semester berikutnya. Uh, (merasa) kena tipu (UKT)!
Tuesday, 20 August 2013
Ibu Saya
Ibu saya
tak pernah memasak untuk saya dan adik-adik. Beliau pun tak pernah memandikan
kami -sekadar menjerangkan air mandi kami, mungkin pernah-. Beliau hanya
sesekali menyapu rumah. Beliau selalu lupa mengingatkan kami makan. Akan
tetapi, beliau suka sekali menyuapi adik bungsu kami. Beliau tak pernah
menanyakan PR kami, apalagi mengingatkan shalat. Beliau... Saya lupa apa lagi
yang tak pernah beliau lakukan karena terlalu banyak. Sulit bagi saya untuk
mengingatnya. Saya lebih ingat dengan yang pernah beliau lakukan:
Hari itu,
sepulang sekolah, saya mendapati beliau sedang berbincang dengan bapak saya.
Dari yang saya dengar, beliau pamit pergi ke Jawa untuk menghadiri peringatan
setahun kematian kakeknya. Saat itu, bapak saya hanya berpesan agar beliau
berhati-hati. Sambil menggendong si bungsu dan menjinjing tas berukuran sedang,
beliau melewati saya seraya berkata, "Mamah ke tempat Mbah dulu,
Bang.". Saya hanya mengangguk. Si bungsu menggelayut di kain gendongan
sembari tersenyum polos, cantik.
Sejak saat
itu, saya berpura-pura terbiasa tanpa beliau walaupun ketika beliau ada sesungguhnya
beliau tak pernah melakukan apapun untuk saya. Hanya saja ketika melihat beliau
ada, saya merasa lebih tenang. Sejak saat itu, setiap makan siang, saya dan
adik saya diungsikan ke rumah Ompung. Sejak saat itu, setiap harinya selesai
makan siang, Ompung memberi kami bekal untuk makan malam di rumah.
Baru saat
itu saya mengerti bahwa bapak saya pria yang sangat baik meskipun Ompung dan
saudara lain menilainya lain: pria bodoh kena pelet yang tak pandai membimbing
serta memimpin istri. Baru saat itu saya mengerti bahwa beliau, ibu saya,
meninggalkan kami: bapak, saya , dan adik. Baru saat itu saya mengerti bahwa
ibu saya tak tahan dengan kehidupan keluarga kami: bapak saya hanya pedagang
kue yang berkeliling komplek setiap pagi dan sore hari dengan sepeda butut
untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya. Baru saat itu saya mengerti bahwa
bapak saya pria yang sangat terhormat karena berkali-kali memaafkan ibu, yang
belakangan saya ketahui, berkali-kali pula mengkhianati bapak.
Mulai saat
itu saya sadari betul kata-kata Ompung yang selalu terngiang-ngiang,
"Abang tidak boleh marah kalau opung dan saudara-saudara lain sering
membicarakan keburukan mamakmu. Memang begitu sebenarnya, mamak abang. Nakal,
jahat! Kalau nanti di sekolah, abang tidak suka teman-teman menggunjingkan
mamakmu, tak usah marah, pergi saja dari situ.". Mulai saat itu untuk
pertama dan terakhir kalinya saya menangis tersungkur di paha Ompung. Mulai
saat itu saya sadari betul bahwa bapak selalu melakukan hal-hal yang tak pernah
ibu lakukan untuk saya dan adik. Mulai saat itu saya sadari betul bahwa bapak
ialah ibu yang sesungguhnya bagi saya. Mulai saat itu saya sadari betul bahwa
sikap bapak yang memaafkan adalah pilihan terbaik.
Ibu saya
tak pernah memasak untuk saya dan adik-adik. Beliau pun tak pernah memandikan
kami -sekadar menjerangkan air mandi kami, mungkin pernah-. Beliau hanya
sesekali menyapu rumah. Beliau selalu lupa mengingatkan kami makan. Akan
tetapi, beliau suka sekali menyuapi adik bungsu kami. Beliau tak pernah
menanyakan PR kami, apalagi mengingatkan shalat. Beliau...
-Terinspirasi dari Sekitar-
140311
Catatan: ompung berarti nenek/kakek. Ditulis
ompung, dilafalkan opung.
Subscribe to:
Posts (Atom)

















